Setelah Lebaran, Harga Daging Ayam Capai Rp 47 Ribu
Pedagang Daging Ayam dikawasan Jalan Kartini Tenggarong.(foto: Achmad Rizki)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Pasca hari raya Idul Fitri 1443 H/ 2022, harga ayam pedaging alami kenaikan.
Kenaikan harga tersebut disebabkan karena ayam sedang langka.
Pedagang ayam potong yang berada di Jalan
Kartini, Santoso mengatakan, harga ayam potong saat ini alami kenaikan mencapai
Rp. 47 ribu perkilo. Kenaikan tersebut dipicu karena para ayamnya langka,
sehingga harga ayam belum bisa stabil.
"Habis lebaran ada kenaikan yakni Rp47
ribu perkilonya, kalau menjelang lebaran mencapai 58 ribu perkilo, ini sudah
mulai turun harganya," kata Santoso kepada Poskotakaltimnews, di Kartini,
Kamis (5/5/2022).
Menurutnya, kenaikan harga ayam tidak
berlangsung lama, perkiraan pekan depan harga ayam sudah mulai stabil, tidak
seperti saat ini.
"Mungkin pekan depan sudah mulai stabil,
harga standarnbya berkisar Rp 35 ribu perkilo, sehingga tidak banyak masyarakat
yang mengeluh atas kenaikan ayam," ucapnya.
Pada momen lebaran untuk permintaan ayam
potong alami peningkatan, saat ini bisa menghabiskan 500 ekor per hari.
"Kalau hari biasa sekitar 350 sampai 400
ekor perhari," sebutnya.
Sementara itu pembeli ayam Riva mengatakan,
ayam potong alami kenaikan secara bertahap. Selama ramadhan kemarin harga ayam sekitar
Rp. 30 sampai 35 ribu.
"Namun menjelang Idul Fitri dan libur
lebaran harga ayam mencapai Rp 47 sampai Rp58 ribu perkilo," ujar Riva.
Ia berharap, harga ayam potong bisa normal
kembali, karena kalau terlalu tinggi sangat membebankan masyarakat.(*riz)